POLA PENDIDIKAN PADA MASA KHULAFAUR RASYIDIN

Standar

POLA PENDIDIKAN PADA MASA KHULAFAUR RASYIDIN[1]

  1. A.    SEKILAS TENTANG KEHIDUPAN KHULAFAUR RASYIDIN

1)      Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a.

Abu Bakar ash-Shiddiq adalah sahabat yang pertama kali masuk Islam, dan selalu menyertai Rasulullah sepanjang hidupnya baik di Makkah maupun di Madinah. Tidak hanya itu, beliau adalah sahabat Rasulullah sekaligus teman bermusyawarah dan wazirnya.

Beliaulah yang menemani Nabi SAW di kala hijrah dan turut serta serta dalam setiap peperangan bersama bersama Rasulullah seperti bBadar, Uhud, Khandaq, Hudaibiyyah, Penaklukan kota Makkah, Tabuk dan pertempuran besar lainnya.

Setelah menjabat sebagai  sebagai khalifah maka beliaulah yang bertugas dan bertanggung jawab terhadap seluruh negeri Islam dan wilayah kekhalifahannya sepeninggal Rasulullah SAW, maka tercatat sejumlah reputasi beliau yang gemilang, di antaranya:

1-      Intruksinya agar jenazah Rasulullah diurus hingga dikebumikan.

2-      Melanjutkan misi pasukan yang dipimpin Usamah r.a. yang sebelumnya telah dipersiapkan Rasulullah SAW sebelum wafat, sebagaimana kelak akan diterangkan secara rinci.

3-      Kebijakannya menyatukan persepsi seluruh sahabat untik memerangi kaum murtad dengan dengan segala persiapan kea rah itu, kemudian intruksinya untuk memerangi seluruh kelompok yang murtad di wilayah masing-masih.

4-      Ibnu Katsir barkata, “Pada tahun 12 H Abu Bakar as-Shiddiq memerintahkan Zaid bin Tsabit agar mengkumpulkan al-Quran dari berbagai tempat penulisan, baik yang ditulis di kulit-kulit, dedaunan, maupun yang dihafal dalam dada kaum muslimin. Peristiwa itu terjadi setelah para Qari’ penghafal al-Quran banyak yang terbunuh dalam peperangan Yamamah, sebagaimana yang disebutkan dalam kitab Shahih al-Bukhori.

2)      Khalifah Umar bin Al-Khoththob r.a.

Umar masuk Islam ketika berusia dua puluh tujuh tahun, beliau mengikuti perang Badar dan seluruh peperangan yang terjadi setelahnya bersama Rasulullah SAW. Beliau juga pernah diutus untuk berangkat bersama sebagian tentara untuk memata-matai dan mencari informasi tentang musuh, terkadang menjadi pemimpin dalam tugas ini.

Beliaulah yang pertama kali digelari Amirul Mu’minin. Beliaulah yang pertama kali membuat penanggalan hijriyyah, mengumpulkan manusia untuk  Shalat Tarawih berjama’ah, orang yang pertama kali berkeliling di malam hari mengontrol rakyatnya di Madinah, yang pertama kali membawa tongkat pemukul untuk member pelajaran dan menghukum yang salah, yang pertama kali mendera peminum khamr 80 kali cambukan, khalifah yang melakukan banyak penakhlukan, yang pertama kali membuat kota-kota, membentuk tentara resmi, membuat undang-undang perpajakan, membuat secretariat, menentukan gaji tetap, menempatkan para qadhi, membagi-bagi wilayah yang ditaklukan seperti as-Sawad, Ahwaaz, wilayah pegunungan, wilayah Persia dan lain sebagainya.

3)      Khalifah Utsman bin Affan r.a.

Utsman bin Affan menjadi khalifah setelah Umar. Allah banyak menaklukkan bebagai Negara melalui tangan beliau. Semakin lebarlah wilayah Negara Islam dan bertambah luaslah Negara Muhammadiyah ini serta samapailah misi Rasulullah SAW ke sebelah timur dan barat bumi ini.

Di antara jasa beliau yang besar dan kebaikan beliau yang agung, bahwa beliau telah menyatukan kaum muslimin pada satu qira’ah dan dituliskannya bacaan al-Quran terakhir yang diajarkan Jibril kepada Rasulullah SAW yakni ketika Jibril mendiktekan al-Quran kepada Rasullah pada tahun terakhir masa hidup beliau.

4)      Khalifah Ali bin Abi Thalib r.a.

Dalam masanya, Amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib r.a. menghadapi masalah berat, kondisi Negara saat itu tidak stabil. Terjadi banyak fitnah dan merebaknya partumpahan darah.

  1. B.     PENDIDIKAN PADA MASA KHULAFAUR RASYIDIN

Dalam sebuah tulisan dari PDF[2] disebutkan:

Pendidikan masa Abu Bakar as-Shidiq (632-634 M) tidak jauh berbeda dengan masa Rasulullah,   dengan   guru-guru   dari  para   sahabat   terdekat   Rasulullah   dan   tidak   digaji   (Nizar, 2007:45).

Masa  Umar  bin   Khattab   (634-644  M) bertempat   di  mesjid   dan  kuttab.   Materi yang diajarkan;  baca tulis  al-Quran, dasar-dasar   agama Islam,   tafsir, fikih,   sastra,   astronomi, dan    kedokteran.     Sudah    ada   pendidikan tinggi  di  mesjid.    Guru   disebut    dengan   syaikh, asistennya   disebut  naib,     dengan   urutan:   syaikh,  naib,  muid,     dan  mufid.    Ia   diangkat   oleh negara,   dan   digaji   (Nizar,   2007: 47, dan Basri:39).   Dan   pada   masa   Umar-lah   permulaan dijadikannya hari  jumat sebagai  hari libur   mingguan untuk  persiapan shalat  jum’at  (Nahlawi,  1996: 207).

Pada    masa  Usman      bin   Affan    (644-656    M),    pendidikan    diserahkan    kepada masyarakat, negara sibuk menyusun mushaf, guru tidak digaji. dan masih bertempat di mesjid dan  kuttab.   Pada   masa   Ali   bin Abi   Thalib   (656-661  M),   pendidikan   kurang   mendapatkan perhatian karena sering terjadi konflik (Nizar, 2007: 149).

Pusat-pusat pendidikan pada masa khulafaur rasyidin antara lain:

  1. Mekkah, guru pertama di makkah adalah      Mu’ad bin jabal yang menggajarkan al-qur’an dan fiqih .
  2. Madinah,sahabat yang terkenal antara lain      Abu Bakar ,Ustman Bin Affan ,Ali Bin Abi Thalib dan sahabat – sahabat lain      .
  3. Basyroh ,sahabat yang termasyhur antara      lain Abu Musa Al-Asy’ary beliau adalah ahli fiqih dan al-qur’an .
  4. Mesir ,sahabat yang pertama kali      mendirikan madrasah dan menjadi guru dimesir adalah Abdullah Bin Amru Bin      Ash beliau adalah seorang ahli hadist
  5. Kuffah ,sahabat yang termasyhur disini      adalah Ali Bin Abi Thalib dan Abdullah Bin Mas’ud .Abdullah Bin Mas’ud      mengajarkan Al-Qur’an beliau ahli tafsir ,hadist dan fiqih.

Kesimpulan dari beberapa bacaan:

  1. Pola pendidikan pada masa Khulafaur      rasidin tidak jauh berbeda dengan masa nabi yang menekan pada pengajaran      baca tulis dan ajaran ajaran Islam yang bersumber pada Alqur’an dan Hadist      Nabi .
  2. Pada masa kholifah Umar Bin Khattab      sedikit lebih meningkat, para pengajar sudah digaji yang diambilkan dari      baitulmal dan banyak daerah yang ditaklukkan.
  3. Pada masa Umar bin Khattab terjadi banyak      penaklukan di berbagai wilayah, namun perizinan keluar pada masa ini      sangat terbatas. Para sahabat tidak diperkenankan untuk keluar dari      wilayah Madinah saja karena ditakutkan akan terjadi banyak perbedaan dan      pertentangan.
  4. Pada masa Utsman Bin Affan pendidikan      tidak terpacu di Madinah saja, sebab para pengajar sudah diperbolehkan      memilih tempat yang disukai kemudian mengembangkan keilmuannya di daerah      tersebut.
  5. Pada masa kholifah Ali Bin Abi Thalib      tidak mengalami perubahan sebab pada masa ini banyak terjadi      pemberontakan, sehingga kholifah Ali tidak sempat memikirkan pendidikan di      negaranya.
  6. Di antara pusat-pusat pendidikan pada masa      Khulafaur rasidin adalah Mekkah, Madinah, Mesir, Kuffah, dan Basrah.
  1. C.    DAFTAR PUSTAKA

Dedeng Rasyidin, Aktualisasi Konsep Pendidikan Rasulullah Saw Dalam Kehidupan, PDF,website:http//:file.upi.edu/Direktori/FPBSJUR._PEND._BAHASA_ARAB195510071990011DEDENG_ROSIDINAKTUALISASI_KONSEP_PENDIDIKAN_RASULULLAH_SAW.pdf

Ibnu Katsir, Kitab Tartib wa Tahdzib AlBidayah wan Nihayah, Terj: Abu Ihsan Al-Atsari, Jakarta: Darul Haqq, 2004

Syalaby, Ahmad, Sejarah Kebudayaan Islam,  Jakarta: Al-husna zikra , 2000.


[1] Makalah ini sebagian besar merupakan kutipan dari karya Ibnu Katsir, Kitab Tartib wa Tahdzib AlBidayah wan Nihayah, Terj: Abu Ihsan Al-Atsari, Jakarta: Darul Haqq, 2004

[2]Dedeng Rasyidin, Aktualisasi Konsep Pendidikan Rasulullah Saw Dalam Kehidupan, PDF, website:http//: file.upi.edu/Direktori/FPBSJUR._PEND._BAHASA_ARAB195510071990011DEDENG_ROSIDINAKTUALISASI_KONSEP_PENDIDIKAN_RASULULLAH_SAW.pdf

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s